Rabu, 25 Januari 2017

Pengertian Mukena

Standard
Pengertian Mukena dan Tips

Mukena adalah produk budaya atau perlengkapan sholat untuk perempuan muslim khas Indonesia. Sebenarnya dalam Islam tidak ada peraturan terperinci mengenai busana macam apa yang selayaknya dipakai untuk shalat, yang ada hanyalah prinsip-prinsip umum bahwa busana untuk sholat hendaknya menutupi aurat dan bersih dari noda atau kotoran.
Revolusi budayapun mulai timbul ketika para penyebar islam masuk terutama Wali Songo yang membawa agama Islam masuk ke Indonesia. dengan nama syariah yang mengatur tata cara berbusana bagi kaum perempuan, maka timbulah beberapa gagasan. gagasan ini mengiringi kehadiran mukena di Indonesia. Gagasan-gagasan itu di ambil salah satunya dari sabda nabi muhammad SAW.
Dan ketika itu cara berbusana perempuan Indonesia mengenakan kemben yang memperlihatkan dada bagian atas hingga kepala, untuk menyesuaikan dengan cara berbusana Islam maka dibuatlah mukena yang sederhana akan tetapi bisa mentupi seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan. Sejak saat itu, Para muslimah tidak bisa dipisahkan dari Mukena yang merupakan perlengkapan ibadah muslimah. Saat beribadah sholat lima waktu, muslimah harus menutupi seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Oleh karena itulah, para muslimah memerlukan Mukena.
Di Indonesia, busana ini juga menjadi kebutuhan walaupun para muslimah telah menggunakan pakaian muslimah yang menutupi tubuh sesuai syariat. Karena jika kaum perempuan beribadah tidak menggunakan mukena sepertinya ada yang kurang.
Dan mukena berbeda dengan jilbab, mukena itu menutup seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan yang dirancang khusus untuk sholat  tapi kalau jilbab hanya menutup rambut sampai ke pinggang dan dipakai terus.
Tips Merawat Mukena
Cara merawat Mukena. Dalam hal perawatan mukena yang sering didengar keluhannya adalah cepat berbau. Jika demikian maka masalahnya adalah kelembaban. Biasanya lembab bisa disebabkan karena basah dikepala ketika berwudhu yang membasahi mukena, atau karena berkeringat ketika menggunakan mukena. Maka sebisa mungkin dan secepatnya mukena langsung digantung dan diangin-anginkan ketika selesai menggunakan mukena. Selain menghindari bau juga dapat meminimalisir datangnya jamur yang bisa menodai mukena, warnanya biasanya hitam mengikuti serat kain mukena.

Kegunaan Mukena

Standard
jual mukena 083 865 708 262 (axis)
 Kegunaan Mukena

Ketika para kaum wanita menunaikan salat, harus ada pakaian khusus yang dikenakan walaupun salat sendirian. Pada masa jahiliyah dahulu, menurut Ibnu &'Abbas, pada awalnya wanita dapat melakukan thawaf di Ka'bah tanpa mengenakan busana, bagian yang tertutup hanyalah bagian kemaluan. Nabi pun bersabda, seperti tercantum pada Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi 18/162-163, "Tidak boleh orang yang telanjang thawaf di Ka'bah". Sabda nabi inilah yang oleh Wali Songo dijadikan acuan untuk membuat kompromi dengan wanita nusantara mengenai terciptanya mukena.
Kebiasaan kaum Jahiliyah ini berlangsung hingga kedatangan Islam. Allah memerintahkan kaum itu untuk segera menutup aurat. Sesuai dengan ayat Allah, "Wahai anak Adam, kenakanlah zinah kalian tiap kali sholat di masjid." Ayat ini pula yang menjadi dasar asal mula busana mukena. Selain sabda nabi dan ayat tersebut, dasar lain yang dapat menjadikan mukena sebagai pakaian wanita untuk salat adalah kitab Ash-Shalah bab "Wajib salat dengan mengenakan pakaian".
Dalam hal tersebut salah satu kegunaan mukena adalah menutup aurat yang terlihat hanyalah telapak tangan dan muka Dan terhindar dari hal-hal yang menyebabkan kemaksiatan. Hal tersebut dilakukan agar lawan jenis tidak tertarik atau tidak menarik perhatian kaum laki-laki. Serta dalam menghadap Allah SWT kita lebih sopan dan nyaman saat beribadah kepadaNya. Hal ini sesuai dengan perkataan Ibnu Taimiyyah,

"Mengenakan pakaian dalam shalat adalah dalam rangka menunaikan hak Allah maka tidak boleh seseorang shalat dalam keadaan telanjang, walaupun ia berada sendirian di malam hari. Maka dengan ini diketahuilah bahwa mengenakan pakaian di dalam shalat bukan karena ingin menutup tubuh (berhijab) dari pandangan manusia, karena ada perbedaan antara pakaian yang dikenakan untuk berhijab dari pandangan manusia dengan pakaian yang dikenakan ketika shalat".

 Dan Jumhur ulama berpendapat menutup aurat termasuk syarat sholat. Hal itu didukung oleh penyataan Al-Imam Asy-Syaikani yang berkata dalam tafsir, "Mereka diperintah untuk mengenakan zinah ketika datang ke masjid untuk melaksanakan shalat atau thawaf di Baitullah. Ayatini dijadikan dijadikan dalil untuk menunjukkan wajibnya menutup aurat di dalam sholat. Demikian pendapat yang dipegang oleh jumhur ulama. Bahkan menutup aurat ini wajib dalam segala keindahan sekalipun seseorang shalat sendirian sebagaimana ditunjukkan dalam hadist-hadist yang shahih."

awal mukena

Standard
jual mukena 083 865 708 262 (Axis)
Awal Mukena

Orang muslimah jika shalat menggunakan mukena berfungsi untuk menutup aurot saat shalat. mukena yang biasa dipakai oleh muslimah indonesia umunnya merupakan busana yang identik dengan pelengkap ibadah shalat bagi wanita. namun perlu diketahui juga kalau mukena hanya terdapat di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
Kalau kita ke Pakistan dan India akan berbeda lagi. Ketika kaum muslimah disana sholat, kostum atau busana yang digunakan adalah tarha dan syrwal. Tarha adalah pasmina lebar yang menutupi hampir separuh tubuh. Sedangkan syrwal adalah celana dengan model aladin dengan jahitan serut di bagian belakang, mungkin kedengarannya agak lucu namun begitulah tradisi di pakistan dan india jika muslimah hendak sholat.
Mukena merupakan hasil dari perpaduan budaya, antara busana tradisional indonesia terutama pulau jawa dengan masuknya Islam ke indonesia. Sebelum islam masuk ke indonesia, terutama di jawa. Orang-orang di jawa sudah memakainya seperti kemben atau jarik yang dililit. 
menurut riwayat Ibnu 'Abbas pada awalnya wanita melakukan thawaf di Ka'bah tanpa mengenakan busana, bagian yang tertutup hanyalah bagian kemaluan.
Nabi pun bersabda, seperti yang diriwayatkan pada Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi, 
  "Tidak boleh orang yang telanjang thawaf di Ka'bah".
Revolusi budayapun mulai timbul ketika para penyebar islam masuk terutama Wali Songo yang membawa agama Islam masuk ke Indonesia. dengan nama syariah yang mengatur tata cara berbusana bagi kaum perempuan, maka timbulah beberapa gagasan. gagasan ini mengiringi kehadiran mukena di Indonesia. Gagasan-gagasan itu di ambil salah satunya dari sabda nabi muhammad SAW.
Dan desain mukena pada zaman dulu hanya menampakkan wajah dan telapak tangan sesuai dengan syarat anggota tubuh yang harus ditutup ketika sholat. Hal tersebut seperti dikatakan oleh Al-Imam Asy-Syafi'I dan Al-Auza'I, yaitu "Wanita menutupi seluruh badannya ketika shalat kecuali wajahnya dan dua telapak tangannya." Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan 'Atha.
Dan seiring kemajuan zaman yang pesat, mukena pun banyak pilihan warnanya dan ada motif-motif tertentu yang memiliki corak keindahan di dalamnya.